Manajemen Konflik
A. Pengertian
Manajemen konflik berasal dari dua kata, yakni manajemen dan konflik. Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, manajemen adalah proses penggunaan sumber daya
secara efektif dan efesien untuk mencapai sebuah tujuan. Dalam manajemen konflik
konflik merupakan proses penting menggerakkan organisasi karena tanpa manajemen
yang efektif, tidak akan ada usaha yang berhasil. Defini konflik menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia memiliki arti percecokan, pertentangan, atau perselisihan. Selain itu
konflik juga berarti adanya oposisi atau pertentangan pendapat antara orang-orang atau
kelompok-kelompok.
B. Fungsi
Manajemen konflik mempunyai fungsi yaitu :
➢ Meningkatkan kinerja dan keaktifan karyawan
Karyawan atau seseorang akan menjadi lebih aktif mengemukakan pendapat
Ketika terjadinya konflik. Hal ini membuat pihat yang terlibat berdiskusi dan
memikirkan solusi yang tepat. Dengan demikian, akan meningkatkan
produktivitas dan kinerja karyawan atau seseorang.
➢ Mengembangkan kemampuan karyawan
Manajemen konflik digunakan sebagai media untuk mengasah kemampuan para
karyawan untuk lebih berpikir logis, kreatif, dan rasional. Pada akhirmya
karyawan akan ikut berpikir bagaimana cara menyelesaikan konflik yang
sedang terjadi.
➢ Melatih kemampuan menyelesaikan konflik
Perusahaan yang pernah mengalami konflik akan terus maju dan berkembang,
karena perusahaan yang sering mangalami konflik dan memiliki manajemen
konflik yang baik sehingga mampu menyelesaikan konflik dan artinya artinya
perusahaan tersebut sudah terbiasa menyeleaikan konflik dengan tepat dan
perusahaan tersebut akan lebih mampu bertahan karena sudah biasa
menghadapi konflik dan melakukan manajemen konflik.
➢ Meningkatkan rasa saling menghormati
Setia pada konflik yang terjadi pasti akan memunculkan berbagai pihak.
Pendapat yang berbeda-beda ini juga memicu adanya suatu perpecahan. Oleh
sebab itu, perbedaan pendapat mengenai bagaimana manajemen konflik pada
sebuah konflik yang berlangsung merupakan tantangan tersendiri, bagaimana
seseorang dapat menghormati pendapat orang lain dan dapat menghormati
pendapat orang lain dan tidak menjatuhkan satu sama lain. Artinya, manajemen
konflik sangat berguna untuk meningkatkan rasa toleransi semua pihak.
C. Strategi
Dalam melaksanakan maanjemen konflik juga memerlukan strategi yang baik agar
tidak salah Langkah. Ada berbagai strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi
konflik :
1. Akomodatif ( accommodating )
Usaha yang dilakukan dengan cara mengumpulkan berbagai pendapat pihak ke
yang terlibat konflik
2. Menghindar ( Avoiding )
Sebuah upaya untuk menghindari sebuah konflik agar tidak terlibat didalamnya.
Hal ini menjadi cara yang efektif agar lingkungan terhindar dari konflik.
3. Kompromi ( Compromissing )
Cara ini lebih memerhatikan kepentingan Bersama, mendengarkan pendapat dari
semua pihak dan memutuskan jalan keluar dengan tetap mementingkan
kepentingan Bersama menjadi cara yang adil bagi semua pihak. Ada 4 bentuk
kompromi yaitu :
a. Separasi artinya pihak yang terlibat konflik dipisahkan untuk menyelesaikan
konflik yang ada.
b. Atrasi artinya pihak yang berkonflik setuju dengan keputusan yang diambil
pihak ketiga atau penengah.
c. Mengambil keputusan berdasarkan faktor kebetulan, dengan car aini bisa
dilakukan dengan hal-hal yang sederhana tapi tetap berpegang pada aturan yang
berlaku.
d. Menyogok merupakan memberikan imbalan untuk pihak yang mengambil
keputusan dnegan tujuan pihaknya dapat dimenangkan dalam konflik tersebut.
Hal ini mungkin curang, tetapi tergantung pihak masing-masing yang
menyelesaikannya.
4. Kolaborasi ( Colaborating )
Colaborating merupakan cara menyelesaikan konflik dengan bekerja sama hasilnya
memuaskan semua pihak. Semua pihak akan bekerja sama untuk menyelesaikan
masalah dengan tetap memperhatikan kepentingan Bersama.
5. Kompetisi ( Competing )
Competing adalah cara yang digunakan dengan mengarahkan pihak yang terlibat
konflik bersaing dan memenangkan kepetingan masing-masing pihak. Cara ini
pastinya tidak akan memberikan solusi bagi kedua belah pihak dan yang pasti ada
kalah ada yang menang.
6. Konglomerasi ( Conglomeration )
Conglomeration merupakan kombinasi atau campuran menyelesaikan konflik
dengan cara menggabungkan ke-5 tipe diatas. Dan tentunya car aini akan lebih
memakan banyak waktu dan tenaga.
Pertanyaan
Menurut pendapat anda apa fungsi dan manfaat dari manajemen konflik bagi perusahaan?
Jelaskan jelaskan berikan 1 contoh kasus !
Jawab
Menurut pendapat saya manajemen konflik mempunyai fungsi yang baik untuk perusahaan
yaitu :
➢ Meningkatkan kinerja dan keaktifan karyawan
Karyawan atau seseorang akan menjadi lebih aktif mengemukakan pendapat
Ketika terjadinya konflik. Hal ini membuat pihat yang terlibat berdiskusi dan
memikirkan solusi yang tepat. Dengan demikian, akan meningkatkan
produktivitas dan kinerja karyawan atau seseorang.
➢ Mengembangkan kemampuan karyawan
Manajemen konflik digunakan sebagai media untuk mengasah kemampuan para
karyawan untuk lebih berpikir logis, kreatif, dan rasional. Pada akhirmya
karyawan akan ikut berpikir bagaimana cara menyelesaikan konflik yang
sedang terjadi.
➢ Melatih kemampuan menyelesaikan konflik
Perusahaan yang pernah mengalami konflik akan terus maju dan berkembang,
karena perusahaan yang sering mangalami konflik dan memiliki manajemen
konflik yang baik sehingga mampu menyelesaikan konflik dan artinya artinya
perusahaan tersebut sudah terbiasa menyeleaikan konflik dengan tepat dan
perusahaan tersebut akan lebih mampu bertahan karena sudah biasa
menghadapi konflik dan melakukan manajemen konflik.
➢ Meningkatkan rasa saling menghormati
Setia pada konflik yang terjadi pasti akan memunculkan berbagai pihak.
Pendapat yang berbeda-beda ini juga memicu adanya suatu perpecahan. Oleh
sebab itu, perbedaan pendapat mengenai bagaimana manajemen konflik pada
sebuah konflik yang berlangsung merupakan tantangan tersendiri, bagaimana
seseorang dapat menghormati pendapat orang lain dan dapat menghormati
pendapat orang lain dan tidak menjatuhkan satu sama lain. Artinya, manajemen
konflik sangat berguna untuk meningkatkan rasa toleransi semua pihak.
Menajamen konflik juga memiliki manfaat bagi perusahaan yaitu :
1. Mendorong semangat kerja dalam menghadapi persaingan
2. Sebagai alat untuk mendiagnosa kemungkinan terjadinya masalah
3. Memacu kreatifitas dalam mencari solusi dan berpikir kreatif
4. Menstimulasi karyawan untuk focus pada tugas
5. Mendapatkan feed back atau mendorong individu yang sebelumnya pasif
menjadi aktif
6. Sebagai pengaman jika konflik sering terjadi
7. Menstimulasi munculnya gagasan-gagasan brillian
8. Sebagai sarana pembelajaran dalam hal menyampaikan pendapat.
Contoh kasus :
Di perusahaan manapun seorang pemimpin seringkali diharapkan turun tangan dan
menyelesaikan masalah yang terjadi, tetapi bagaimana diperusahaan x pemimpin itu
yang menjadi pusat masalahnya. Contohnya jika individu yang tidak mempunyai
pengalaman diberikan dengan cepat posisi yang dibutuhkan dan tidak dilengkapi
pelatihan. Tekanan lingkungan ditambah dengan kurangnya pengalaman dan gaya
kepemimpinan dapat menimbulkan konflik. Hal ini dapat diselesaikan dengan cara
seorang HRD persusahaan tersebut harus menetukan bagaimana cara untuk memilih
pekerja yang kompeten untuk mengisi posisi tertentu sesuai dengan kualifikasi yang
dibutuhkan. Proses rekrutmen dan manajemen sumber daya manusia sangat
berpengaruh dalam hal ini. Jika hal ini sudah terjadi, komunikasi antar manajer,
karyawan dan HRD bagaimana cara menangahi dan dengan berkompromi, yaitu
dengan cara mendengarkan pendapat dari semua pihak dan memutuskan jalan keluar
dengan tetap mementingkan kepentingan bersama dengan cara yang adil bagi semua
pihak. Pada saat melakukan musyawarah juga harus menerapkan budaya dan nilai-nilai
yang ada pada perusahaan tersebut
Komentar
Posting Komentar